Memahami Perbedaan Antara Skenario dan Novel


feather_pen_311122

Hi, guys

Sebelum kita mengulas lebih luas lagi tentang bagaimana menulis skenario bahwa memahami perbedaan antara skenario dan novel akan menjadi salah satu kaidah penting bagi candidates of screenwriter. Alasan penting dari beribu alasan adalah tentang bagaimana seorang screenwriter harus menulis bahasa visual dalam storytelling (menceritakan kisah). Diantara hal keduanya memiliki tujuan berbeda pula untuk target atau sasaran. Mari simak penjelasan dibawah ini.

Screenplay is a narrative vizualization. Dimana menceritakan aksi dan reaksi para tokoh didalam skenario tersebut, seperti contoh: ketika seorang sutradara membaca skenario kamu, dia akan langsung membayangkan setiap gambaran dari adegan yang tertulis didalam skenario tersebut. Skenario harus ditulis dengan jelas tentang aksi dan reaksi para tokoh dengan memasukkan beberapa dialog sebagai penyempurna, selain itu kamu juga harus menaruh visual setting yang lebih akurat dan jelas sebagai elemen-elemen menceritakan kisah tersebut. Fungsi skenario sebagai bahan acuan dalam proses produksi, skenario juga berfungsi sebagai Bahan dasar untuk menyatukan persepsi antara produser dan para kru film tentang film yang akan diproduksi. Sehingga dapat meminimalkan perbedaan penafsiran dan menjadi dasar perencanaan yang jelas. Biasanya sebelum produksi skenario diberikan kepada Produser, Manager Produksi dan Staf, Sutradara dan Staf, Penata Artistik dan Staf, Juru kamera, Penata Suara, Aktor dan Aktris, Pengarah Musik, dan Editor untuk dipelajari. Skenario tidak ditujukan untuk umum, hanya untuk kalangan tertentu saja. Kalaupun kemudian ada beberapa yang mempublikasikanya, tentu bukan untuk bahan bacaan seperti novel yang memiliki estetika (keindahan) dalam menyampaikan kisahnya kepada pembaca.

Novel is narrative text or novel is a long narrative in prose which describes fictional characters and events. It usually has a feature of aesthetics to readers in storytelling. Fungsi novel adalah untuk menghibur para pembaca novel yang bersangkutan dengan estetika di dalamnya.

Dari keterangan diatas kamu sudah tahu seluk-beluk tentang perbedaan keduanya, terkadang kamu pernah mendengar bahwa ada beberapa film yang telah diadaptasikan dari sebuah novel. Dimana seorang screenwriter sebelumnya akan mentransformasikan kedalam skenario dan itu memerlukan waktu karena ada nilai perbaikan (edit value). Bahwa penulisan skenario itu sangat berbeda dengan kepenulisan novel dan dimana seorang screenwriter harus konstan demi mempertahankan cerita meskipun mengalami nilai perbaikan, bahkan dimana komunikasi antara screenwriter dan novelis memang sangat diperlukan dalam penggarapan skenario tersebut.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s